Gallery
0

My Next Project: Fertilizer from a Hole

After I had succeeded in making kitchen fertilizer in a used paint drum, this time I am going to try to make another with almost applying the same method but using a different media.

A one and a half-meter-deep hole is made for it as you can see above. I made it using a tool named biopory drill. Then, daily kitchen trash which has been mixed with some home made activator will go into it. Wait till the hole is full of the trash and the next hole will be treated the same. 

Let’s see for the next a couple of months. Hope it wiil be fruitful. 🙂

Advertisements
Gallery
0

Three S

Sabtu kemarin adalah hari pertama saya mengajar kelas TOEFL preparation sehingga saya harus meninggalkan kelas percakapan yang murid-muridnya kwcw badai, muda tua, tetapi semangaaatnya membara.

Di kelas yang baru ini pun demikian. Dari Remaja hingga bapak berputra tiga, dari anak sekolah menengah hingga pegawai neger, angkatan laut merangkap sebagai dokter gigi semua punya tekad yang sama.

Walau kemampuan berbahasa berbeda namun semangat mesti sama. Kalau pun masih tak lancar berkata jangan biarkan sekitar kita menambah pressure. 

Let’s not be intimidated: be inspired. Ini 3 kata pengantar kelas: Smile, Semangat, dan Seize the day.’

Gallery
0

Dari pelatihan membuat sabun dan membuat buku

Kanza itu seorang pengamat. Ia tipe yang nampak banyak diam namun dalam diamnya, ia menyerap banyak dari yang dilihatnya. 

Dari diamnya, tetiba saja sebuah lego pesawat luar angkasa Cassini  atau kereta Horizon Express ia sodorkan pada saya.

Karenanya, saya berusaha memaparkannya bada banyak hal yang semoga bermanfaat buatnya. 

Siang tadi kami berangkat ke Serpong untuk ikut pelatihan membuat sabun sendiri bersama komunitas Homeschooling Pijar.

Kalau teman-temannya belajar dengan juga dibarengi main dan berlari-lari, ia banyak diam. Ia tak mau lari-lari bergabung dengan yang lain. Ia mengikuti presentasi pembuatan sabun hingga sabun di cetak. Tiga buah sabun mungil akhirnya ia dapat sebagai oleh-oleh pelatihan.

Di rumah, saat screen time, ia menonton di You Tube tentang Cassini dan membaca buku

Gallery
0

Horizon Express dan Zuppa Soup ;)

Selama beberapa hari sakit ini membuat kami harus menahan diri untuk lebih banyak mengajak Kanza berkegiatan di dalam rumah. 

So tadi pagi, setelah menemani ayah ke bengkel, ia berkutat lagi dengan legonya. Saat saya pulang mengajar ia sedang asyik mengutak-atik membuat kereta. Ia bilang namanya Horizon express. 

Untuk urusan perlegoan yang melibatkan keterampilan motorik halus, Kanza sudah terbilang mahir. Jika sudah berniat membuat sesuatu, ia tak akan berhenti sampai yang ia inginkan tercapai dan tuntas. Ia juga ternyata lebih suka ditemani tanpa campur tangan kami. 

Selesai dengan Horizon Express nya ia menagih saya untuk sama-sama membuat sup zuppa. Ia membantu menyiapkan bahan-bahan, menuang, mengaduk dan menggiling adonan pastri. 

Matang dan setelah dikeluarkan dari pemanggangan, ia langsung menyantap zuppa soupnya. 

‘Aku suka pastry nya, bun. It’s crunchy. Tapi kuahnya lebih enak yang di pizza hut ya.’ Ia berkomentar jujur. 

‘Memang agak kekentalan, Za. Too creamy juga, I guess. Next time, kita coba lagi yuk.’

‘Kanza sih, oke-oke saja, Bun.’ Balasnya. 

Eh bahasa Ayah ia pakai 😀