0

Belajar dari Ketidaksempurnaan

Pagi hari sepulang dari masjid, ia berinisiatif ingin membuat sebuah mesin cuci mini. Ide berkegiatan hari ini ia dapatkan ketika tak sengaja ia menonton you tube dan menemukan sebuah video berisi tutorial membuat mesin cuci mini.
Ia mengajak ayah untuk membantunya membuat mesin cuci tersebut. Ia siapkan kardus bekas, gunting, lem, penggaris dan meminta motor yang ayahnya punya.Kami tak ingin banyak turut campur karena ingin melihat seberapa serius dan telaten ia mewujudkan keinginannya. Guntingannya yang belum presisi dan rapi, belum lagi ukurannya yang tidak sesuai dengan tutorial, kadang membuat kami gatal ingin terjun merapikan dan menyempurkanannya. Kami tahu hasilnya pasti tak akan sebagus yang diperlihatkan di dalam video tanpa banyak campur tangan kami dalam membantunya.Saat ini kami lihat ia tengah mengeksplorasi motor yang membuat kerdus tempat pakaian di cuci berputar dan bentuk kotak kardus yang lebih kecil dari motornya. Lem fox yang digunakannya pun nampaknya tidak cukup kuat. Tapi biarlah.Ketidaksempurnaan buat kami mungkin merupakan kesempurnaan baginya. Kami senang melihat proses bagaimana ia mewujudkan keinginannya. Ia lakukan semuanya dengan bahagia dan mata berbinar-binar karena mengutip sebuah ungkapan,
What he learns with pleasure, he never forgets.”

Advertisements
1

Kajian Sabtu Pagi, Al-Muttaqin, Taman Modern

April, 20, 2019
Bersama Ust. Mizan Shahroni

Tiga amal yang akan menyelamatkan kita di akhirat nanti
1. Tholabul Ilmi: mencari dan mengamalkan ilmu yang bermanfaat
2. Mencari nafkah atau rezeki yang halal
3. Berjihad di jalan Allah.

Dalam hadis nabi orang yang gemar mencari ilmu akan dikategorikan sebagai kekasih Allah, sementara mereka yang berjihad di jalan Allah akan menjadi wali-wali Allah. (Yang satu lagi lupa):D

Nabi berkata:
Betapa banyak pohon namun tidak banyak menghasilkan buah.
Betapa banyak tanaman yang tumbuh tetapi tak enak dan tak baik.
Betapa banyak orang pintar/berilmu namun tak menyebarkan ilmunya sehingga bermanfaat bagi umat.
Betapa banyak ahli agama namun tak banyak yang mengamalkan ilmunya sehingga membawa umat pada selamat.

Apa yang dapat kita pelajari dari ucapan Nabi di atas?

Ia (Nabi SAW) berkata lagi:
“Janganlah kau duduk di antara orang yang berilmu kecuali dengan mereka yang merubah lima keadaan kita kepada lima keadaan yang lain
1. Mereka yang mengajak kita dari keragu-raguan menuju keyakinan
2. Mereka yang mengajak kita dari sifat sombong/ tinggi hati kepada kerendahan hati
3. Mereka yang mengajak kita dari sifat pamer/riya’ kepada ikhlas
4. Mereka yang mengajak kita dari permusuhan kepada nasihat.
5. Mereka yang mengajak kita dari cinta dunia dan harta kepada sifat Zuhud, sifat sederhana dan bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT.

Ilmu agama adalah ilmu yang akan menyelamatkan kita di dunia dan akhirat. Kita musti iman dan yakin terhadap ilmu Nya. Iman= percaya
Yakin = mantap

Semua itu memerlukan usaha karena tanpanya keadaan kita akan tetap sama.

Nabi Ibrahim pernah mengadu kepada Allah
“Ingatlah ketika Ibrahim bertanya kepada Allah, ‘Ya Allah, tunjukkanlah padaku bagaimana orang-orang yang telah mati itu hidup kembali?’
Allah bertanya, ‘Belumkah kau beriman kepada Ku?
Ibrahim berkata lagi, ‘Tentu saja aku beriman kepadaMu, namun hal ini agar hatiku bertambah tentram.” Lalu Allah menunjukkan
kepada Ibrahim bagaimana burung yang telah dicincang dan ditempatkan di empat penjuru mata angin dihidupkan kembali olah Allah.

Tidakkah kita lihat banyak kecelakaan pesawat yang melumatkan isi penumpangnya. Meluluhlantakkan segalanya Bagi Allah mereka semua itu masih berada di dunia ini, hingga saatnya nanti mereka akan dikumpulkan.

Allah juga memperlihatkan kepada kita penciptaan manusia: dari hanya setitik cairan tak berarti, menjadi segumpal darah, ditiupkan padanya ruh, dan ditetapkan baginya rejeki dan takdirnya. Semua itu telah menjadi ketetapan Allah.

Semua ini dipelajari dengan ilmu.

Ada sebuah cerita. Suatu saat Siti Aisyah membeli seorang budak yang tangkas dan kuat untuk membantunya mengurusi pekerjaan keseharian rumah tangganya.
Malaikat Jibril turun dan mengabarkan kepada nabi perihal budak tersebut. Ia mengatakan agar budak itu membantu namun jangan biarkan ia masuk ke dalam rumah. Setelah dipekerjakan Nabi diperintahkan untuk memerdekakannya.
Jibril mengabarkan bahwa budak itu sudah tercatat sebagai penghuni neraka.

Namun suatu kali, Allah mengabarkan lagi. Ia memberi ijin Nabi mengijinkan untuk mempekerjakan budak itu lagi.
Nabi bertanya mengapa demikian. Itu
Karena Allah telah mengubah keadaannya dari penghuni neraka kepada penghuni surga atas separuh kurma yang ia berikan kepada orang lain.

Tidakkah bisa dipelajari disini betapa takdir/keadaan seseorang dapat berubah atas apa yang diperbuatnya.

Takdir: ada yang tidak bisa dirubah dan ada yang bisa dirubah

Sekiranya engkau ingin keluasan Rizki dan umur panjang perbanyaklah silaturahmi.

Sekiranya engkau ingin hati yang lembut, perbanyaklah mengurusi anak yatim.

Samakah mereka yang berbuat dengan mereka yang tak melakukan apapun?

Dalam doa qunut yang dibaca saat sholat subuh, ada yang artiannya,

Ya Allah lindungilah kami dan selamatkan lah kami dengan tahmatmu dari buruknya ketetapan yang telah kau berikan padaku.

Doa – Usaha – Ikhlas

Berikut ini amalan nisfu anjuran ustadz untuk nanti malam. Semoga doa yang kita panjatkan akan menjadi perubah keadaan dari keburukan kepada kebaikan.

“Ya Allah ya Tuhanku, segala ketetapan yang kau tuliskan padaku: baik itu kecelakaan, kesengsaraan, kesempitan rizki, halangan berbuat baik, bersedekah dan bangun malam, jadikanlah kami orang yang berbahagia yang memperoleh keselamatan, keluasan Rizki, kemudahan untuk berbuat baik, bersedekah dan bangun dialam hari untuk mendekatkan diri kepada Mu.

Nanti malam kebetulan adalah malam nisfu Syaban
Berikut tiga doa yang bisa kita panjatkan di tiga surat Yasin yang akan kita bacakan yang semoga bisa merubah takdir kita, tentunya disertai usaha.

Sebelum surat Yasin pertama: Ya Allah panjangkan lah usiaku, sehatkanlah dan mudahkanlah aku dalam panjangnya usiaku agar aku mampu berbuat baik.

Sebelum surat Yasin yang kedua:
Ya Allah mudahkan dan lancarkan lah usahaku dalam mencari Rizki yang halal

Sebelum surat Yasin yang ketiga:
Ya Allah tetapkan aku dalam keyakinan ku kepada iman Islam, dalam beribadah kepadamu hingga kami mendapatkan akhir yang baik, Khusnul khatimah.

-semoga bermanfaat-
dwi

0

My ‘Ginger’ Family (Keluarga Jaheku)

Bangun di pagi hari lalu melihat tanaman-tanaman yang mulai bertunas atau bahkan semakin menggemuk benar-benar membuat hati dan pikiran begitu ringan. Belum lagi udara pagi yang segar menambah lengkapnya sajian jiwa dan raga di awal hari ini.

Menyaksikan tanaman-tanaman ini juga melayangkan hatiku pada sebuah keluarga yang hangat dan penuh semangat.

Sedih sekaligus bahagia karena salah satu dari kami akan terbang menggapai impian di galaksi lain 😁 (istilah kami untuk tempat tinggal kami yang berjauhan).

Semoga cita-citamu tercapai ya, kawan. Tujuh tahun bukan waktu yang singkat dan kami akan sangat merindukanmu. Semoga kita dipersatukan kembali bersama dalam keluarga Jahe kita.

Yang hangat-hangat itu ya memang jahe. (Apaan sih, ga nyambung)😃

0

Poems

What are you looking for, my dear?

Seeking for His countenance

Or man’s?

Apa yang kau cari, wahai diri terkasih?

Wajah manusia,

Atau wajah Sang Maha Kuasa?

(March, 2019. Taken from a sermon from Ust. Miftah)