0

Bola-bola Kentang Renyah Lumer

Kali ini mylittlekitchen mencoba resep kentang yang kriuk saat digigit dengan keju yang mengalir di dalamnya.

Ide ini muncul begitu saja setelah beberapa hari lalu saya berhasil membuat nugget ayam sendiri tanpa pengawet dan tanpa msg. Keberhasilan ini membuat saya percaya diri untuk mencobanya. Berikut ini cara pembuatannya.

Bahan yang diperlukan

Kentang 500 g

Totole 1 sdm

Lada halus

Garam

Bawang Bombai

Susu bubuk

Tepung terigu

Tepung roti

Cara pembuatan:

Potong dadu kentang sekitar 0,5 cm x 0,5 cm

Cacah halus bawang bombai.

Lumuri kentang dengan totole, lada, dan garam.

Masukkan bawang bombai dan aduk.

Kukus kentang hingga matang

Letakkan kentang kukus di baskom. Saat masih panas masukkan 50g susu bubuk dan tiga sendok terigu. Aduk hingga rata.

Siapkan potongan keju Mozzarella.

Ambil sesendok adonan kentang. Isi kentang dengan potongan keju lalu bulat-bulatkan sebesar bola pingpong.

Siapkan tepung roti dan terigu yang dilarutkan.

Basahi bola dengan larutan terigu dan guling-gulingkan dalam tepung roti.

Goreng bola-bola kentang hingga kuning kecoklatan.

Advertisements
0

Yang Lebih Wangi Dari Bunga

Yang Lebih Wangi dari Bunga adalah sebuah novel karya Ebrahim Hassan Beigi yang diterbitkan oleh Penerbit Citra. Sebuh novel yang diterjemahkan dari Mohammad:
prophet of Faith and Generous Forgiveness. oleh Septina Ferniati. Membaca judulnya, saya tak mengira bahwa novel ini berkisah tentang nabi Muhammad. Namun, ketika membaca ulasan seorang teman karena penulisan novel yang berbeda, dengan bahasa yang sederhana namun mampu menghanyutkan pembaca, saya segera memesan buku ini. Alhamdulilah yang tadinya akan membeli, seorang sahabat malah menghadiahkan buku ini untuk putra saya. Semoga kami dikumpulkan nanti bersama nabi tercinta SAW.

Novel ini diramu dengan tuturan seorang Yahudi yang mendapat tugas dari pendetanya untuk mengawasi Muhammad yang konon saat itu adalah pembawa wahyu terakhir seperti tertulis di kitab suci mereka. Siapakah dia, benarkan ia sang pembawa risalah, orang yang dinantikan, bagaimanakah sepak terjangnya?

Ia masuk sebagai muslim tetapi tetap dengan hati Yahudinya dan dalam perjalanannya bersama Nabi ia mendapati bahwa Muhammad SAW bukan seorang pembawa agama pedang, penggila wanita, dan pedofilia. Ia adalah seorang yatim piatu sederhana namun sangat terkenal dengan kejujurannya, kecerdasan, kewelasasihan, kebijaksanaannya dan kedekatannya dengan jelata.

Yang berbeda dalam penceritaan novel ini adalah saya serasa dibawa masuk dan melihat sisi Muhammad SAW dari dekat. Hangat mengalir dari dalam hati sehingga berkali-kali lembab mengambang di pelupuk mata. Dia lah sang pilihan Tuhan terkahir, dengan kesempurnaan sifat ruhaniah yang tak mampu dicapai akal dan manusia kecuali mereka yang tercerahkan dan mendapat hidayah. Perintahnya taklain adalah dari wahyu Ilahi yang turun langsung padanya melaui perantaraan malaikat Jibril.

Terjemahan novel ini pun menurut saya sangat bagus karena begitu mengalir dan hampir tak pernah mengereyitkan kening karena adanya ketidakjelasan atau ketidaknyambungan sebuah kalimat atau kata. Berikut cuplikan yang terdapat di halaman sebelum terakhir dari novel ini.

“Muhammad adalah lelaki yang sederhana dan bersahaja. Dia baik pada orang-orang miskin dan tak berdaya menyantap makanan bersama-sama mereka dan menemani mereka. Dia tak merasa malu pergi belanja sendirian ke pasar dan membeli kebutuhan rumah tangganya sendiri. Dia selalu menjadi yang pertama yang mengucapkan salam dan menanyakan kabar seseorang. Seandainya diundang ke acara apapun, meski yang disajikan hanyalah kurma kering, dia tidak pernah menolak. Dia hemat, murah hati, penuh semangat, dan sikapnya hangat. Wajahnya selalu ceria dan penuh senyum. Kesedihannya tidak pernah bercampur dengan amarah dan tidak ada tanda-tanda kerendahan diri dalam kesederhanaannya. DIa berhenti makan kalau perutnya sudah penuh dan tidak pernah serakah terhadap apapun. Dia tetap mempertahankan hidupnya seperti kehidupan orang-orang yang paling miskin.”

Semoga shalawat senantiasa tercurah padanya dan keluarga sucinya.

0

Inspired not Intimidated

Saya menuliskan frasa di atas sebenarnya sebagai pengingat agar tidak mudah terintimidasi oleh apa yang ditampakkan oleh banyak orang. Penyebabnya lagi-lagi karena saya melihat seliweran postingan teman atau keluarga yang nampaknya telah banyak memperoleh pencapaian. Godaan untuk memegang hape, lalu skrol sana sini, lihat status orang itu begitu menggoda. Dan saya tergoda.

Oh ya, inspired not intimidated maksudnya adalah agar saya mengambil pelajaran dan memetik semangat bukan malah merasa tidak mampu, rendah diri lalu mengasihani diri tetapi tak melakukan apapun karena ketidakmampuan diri untuk tidak mudah tergoda melihat postingan-postingan teman di IG atau Facebook tentang kegiatan-kegiatan mereka. Ada yang jago memasak memposting masakannya, jago gambar, jago berolahraga atau jago jago lainnya tapi bukan ayam jago ya 😀

Alhamdulillah, masih diingatkan untuk introspeksi dan segera menuliskannya menjadi sebuah curhatan dan pembelajaran.

Tujuh poin agar saya lebih terinspirasi, bukan terintimidasi:

Kembali kepada diri sendiri dan kemampuan yang dimiliki.

Fokus pada apa yang dimiliki dan akan dicapai.

Lakukan secara konsisten.

Gunakan seluruh daya, upaya, serta doa.

Jauhkan diri dari membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain karena yakinlah Allah telah memberikan kelebihan pada setiap orang: setiap diri itu unik dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Niatkan bukan untuk dilihat lalu mengharapkan orang berkata “Hebat,” tetapi untuk menuai manfaat.

Semoga pengingat ini membuatku lebih percaya diri, semangat dan fokus dan konsisten untuk terus mengembangkan dan memperbaiki diri.

Pagi hari, 6 Januari

0

Bolu Klasik

Sebuah resep dari seorang kawan yang rasanya melemparkan ku pada masa kecilku yang indah. 🙂

Bahan:

159 gr mentega

5 butir telur

150 gr gula halus/pasir

1/2 sdt baking powder

1,5 sdt tbm

Vanila

Cara:

Cairkan 150 gram mentega.

Kocok 5 butir telur, 150gram gula, 1/2 sdt baking powder atau VX, 1 1/2 sdt TBM dan vanili.

Kocok sampai mengembang (putih). Turunkan kecepatan mixer, masukkan mentega cair sambil terus dikocok sebentar.

Terakhir masukkan 150 gram terigu, aduk rata.

Matikan mixer. Tambahkan keju, kismis atau coklat sesuai selera.
Panggang di oven dg suhu 180, sampai matang (agak kecoklatan).

Jika memakai oven tangkring sekitar panggang sekitar 45menit

Bolupun siap dihidangkan bersama secangkir kopi pahit. Yum 🙂