Maka Bacalah!

Sudah beberapa tahun ini (glek! lama amat) kebiasaanku membaca berkurang. Dulu, sebelum lahir Kanza, aku dan suami sering berkunjung ke pameran buku atau toko buku dan pulangnya menjinjing sedikitnya empat atau lima buku. Setiap pagi kubiasakan membaca koran atau membaca majalah. Jika buka komputer, aku sering blogwalking dan menuliskan pengalaman yang kudapat. Setelah anakku lahir, kuakui aku sangat jarang membaca. Jujur alasannya  bukan karena kesibukan mengurus keluarga atau pekerjaan, tetapi lebih karena rasa malas mulai menggerogotiku, aku mulai disorganized dan parahnya, aku diam saja. Bisa saja khan setiap bulan kutarget membaca satu buah buku, setengahnya juga gak apa papa. Itu dia, aku mulai malas dan berpikiran betapa jauhnya aku tertinggal dengan buku-buku bagus di luar sana yang seharusnya sudah kubaca. Akhirnya aku hanya membaca yang perlu2 saja dan sangat sedikit.

Sadar-sadar, waktu anakku mulai beranjak besar (usianya 18 bulan sekarang: sudah dapat mengingat banyak hal dan meniru lingkungan sekitarnya). Aku ingin anakku terbiasa membaca buku. Gramedia mulai sering kukunjungi lagi dan kubeli buku untuk anakku …. tetapi tidak untukku. Wah … curang nich bunda … lha. … gimana anakknya mau hobi baca, kalo bundanya tidak hobi baca. (sadar pertama)

Sadar kedua saat anakku sering meniru kami saat kami mengaji setiap pagi selepas shalat subuh. Karena ia tahu kebiasaan kami sebelum kami selesai shalat, ia sudah berteriak-teriak heboh mengucapkan kata yang sekarang masih sering ia ocehkan; Aji … Aji …buu daa… aji …aji…(maksudnya ngaji bunda … sambil menunjuk al-Quran di rak buku) Hmmm …. jika aku sering membaca tentunya dia juga akan meniru yang ku lakukan.

Sadar selanjutnya saat rasanya aq mulai cepat lupa. Ihh.. masih muda sudah pikun. Gak boleh ada dalam kamusku. Masa, baru sebentar kuletakkan kunci motor, tak berapa lama aku sudah lupa dimana tadi kuletakkan kunci itu. Yang lebih parah, aku lupa mematikan kompor sampai-sampai serundeng yg kumasak gosong jadi batu arang. Sukar sekali menggosoknya.

Alhamdulillah, dengan begitu Allah mengingatkanku. Aku mulai dan harus kembali membaca, membaca, membaca. Dengan begitu, pikiran lebih terbuka, aktif, lebih dapat banyak ilmu, tidak cepat pikun dan yang lebih penting… aku sadar (alhamdulillah sadar hi hi hi…)  ternyata aku tuh banyak tidak tahunya, banyak yang harus dipelajari dan  selama ini …. aku tuh seperti … seperti … duh kok lupa ya!  …. O, ya seperti ………Dwi di dalam tempurung. 😀

Jangan lagi ah!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s