Teliti sebelum dan sesudah membeli

Tadi malam selepas mengajar saya dan suami mampir ke sebuah super market dengan rencana hanya untuk membeli susu anak saya yang hampir habis. Tetapi, di tengah belanja, saya ingat sabun cuci pakaian dan beberapa barang lainnya juga hampir habis. Alhasil empat keranjang plastik kami bawa ke kasir. Saya ingat, dari setiap item yang  saya ambil, saya perhatikan dengan sungguh-sungguh harga yang tertera di sana, pun ketika di kasir saat harga muncul di layar mesin hitung. Setelah selesai, saya kembali memeriksa struk belanja.

Betapa kagetnya saya ketika melihat nama item di paling akhir yang tertulis ‘ternyatasedekah’ dengan total harga 23 200.  Rasanya saya tidak membeli produk tersebut. Akhirnya saya tanya kepada kasir dan ia meminta saya untuk ke meja informasi. Di meja informasi, berapa mba dan mas petugas informasi juga tidak percaya. Saya pun mengeluarkan semua barang dan mencocokkan jumlah barang dengan jumlah item yang tertera pada struk. Benar saja, hanya ada sebelas item, tetapi di struk tertera satu item lagi dengan nama ‘ternyata sedekah.’ Akhirnya, mba dan mas petugas informasi menghubungi manajer yang bertugas. Awalnya ia pun heran dan tidak percaya dan memeriksa apakah harga tersebut merupakan harga di salah satu item. Setelah diperiksa ulang, akhirnya ia percaya dan memutuskan untuk mengembalikan uang yang telah masuk. Untung saja sebelum meninggalkan kasir saya periksa ulang seluruh barang belanjaan.

Pengalaman lain adalah ketika adik membeli beberapa buah jeruk bayi yang beratnya kurang dari satu kilo. Saya melihat harga satu kilo jeruk saat itu hanya delapan ribu rupiah. Tetapi harga di plastik mencapai tiga puluh ribu rupiah. Berhubung sudah sampai di rumah dan lelah pulang bekerja, ia malas mengurus ke super market itu.

Di kesempatan lain, suami membeli barang yang saat itu diskon hingga lima puluh persen tetapi sewaktu memeriksa struk pembelian, ia terkejut karena harganya adalah harga asli sebelum diskon. Saya yakin suami saya benar karena ia seorang yang sangat teliti. Oleh karena itu, saya bergegas ke meja informasi dan mencoba mencari tahu. Benar saja, setelah di cek ke tempat suami mengambil barang, harganya masih harga diskon.

Pernah juga saat saya membeli alat pengepel lantai saya melihat harga yang tertera tidak begitu mahal. Tetapi betapa kagetnya saya ternyata harganya dua kali lipat. Nah, ini lah kesalahan saya secara saya kadang-kadang tidak teliti. Karenanya, saya langsung mengecek sendiri harga barang dan ternyata alat pengepel itu tidak berada di tempat seharusnya. Mungkin pembeli lain meletakkannya di mana saja setelah mereka tidak jadi membeli.

Sejak itu lah saya berusaha untuk lebih teliti saat membeli, baik sebelum atau sesudahnya terutama di supermarket ketika membeli banyak keperluan rumah tangga. So, tidak ada lagi kesalahan harga atau alamat palsu ‘ternyatasedekah’ yang mampir ke struk kami. Lumayan kan dua puluh atau tiga puluh ribu yang hampir hilang bisa untuk membeli makan siang atau jajan anak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s