Blubber

Pernahkah kalian ditertawakan orang lain atau justru menertawakan orang lain karena hal sepele yang menurut kalian wajar tetapi orang lain mengganggapnya aneh, lucu, dan patut ditertawakan?

Nah, menurut Judy Blume “Menertawakan orang itu gampang. Tapi, gimana rasanya kalau sekarang giliran kamu yang ditertawakan? Berikut ini adalah cerita berjudul Blubber karya Judy Blume. Cerita tentang persahabatan, pertemanan, bullying,  dan bagaimana menghadapi situasi ketika orang lain mem-bully seseorang. Bagaimana sikap kita seharusnya? Lalu bagaimana jika kita yang di-bully.

—————————————————————————————————

 “Blubber is a thick layer of fat that lies under the skin of whales.”

When pudgy Linda reads out her whale project in class everyone laughs at her. Jill joins in with the cruel teasing that follows – after all, Linda deserves it, doesn’t she? Maybe it would have been different if Jill had known who the bullies’ next victim would be ….

“Menertawakan hal yang tidak kalian ketahui asal mula mengapa hal itu ditertawakan adalah perbuatan yang sangat konyol.”

Sahabatku, Tracy Wu, bilang kalau aku adalah orang yang galak. Katanya, dia sendiri heran mengapa aku bisa menyukainya, tetapi kami berdua tahu kalau itu hanya lelucon. Tracy adalah sahabat terbaikku dan aku berharap bisa satu kelas dengannya di kelas lima dulu.

Guruku adalah Mrs. Minish dan aku tidak begitu menyukainya. Dia jarang membuka jendela kelas karena ia takut sakit leher. Belum pernah kudengar hal yang paling konyol seperti itu. Kadang-kadang ruang kelas kami sesak, panas, dan bau – seperti siang ini. Baru saja kami mendengarkan laporan teman kami tentang hewan mamalia hampir satu jam. Dan sekarang, Donna Davidson sedang berdiri menerangkan laporannya di depan kelas tentang kuda. Dia punya banyak ‘hal’ tentang kuda.

Aku menahan diri agar tidak tertidur tetapi sulit sekali. Sementara itu, Michael dan Irwin bergantian membaca buku National Geography. Ada halaman terbuka yang bergambar orang telanjang satu halaman penuh. Wendy dan Caroline bermain Tic-Tac-Toe di balik buku catatan Wendy. Ia menang tiga kali berturut-turut. Tidak mengherankan karena ia anak yang sangat pintar. Selain menjadi ketua kelas, ia juga ketua klub IPA, pemimpin geng dan ketua panitia klub goldfish.

Lalu apakah Mrs. Minish tahu yang murid-muridnya kerjakan atau hanya berkonsentrasi pada laporan Donna yang membosankan? Aku tidak tahu jika hanya melihatnya karena senyumnya cuma separuh dan kadang-kadang kedua matanya tertutup lama.

Agar waktu cepat berlalu aku membayangkan tentang perayaan Halloween dan ini baru dua hari berlalu. Aku ingin mengenakan kostum dan ber Trick or Treating, tapi pastinya aku tidak mau lagi menjadi penyihir tua yang bodoh tahun ini. Donna pasti akan mengenakan kostum kuda karena setiap perayaan Halloween, ia selalu menjadi kuda. Katanya jika besar nanti ia akan menikahi seekor kuda. Ia sudah memiliki kuda pilihan, namanya San Salvador. Seringkali bau tubuh Dona seperti bau seekor kuda tetapi aku tidak akan mengatakannya karena nanti ia berpikir aku memujinya.

Aku menguap dan mengacak rambut kepalaku. ‘Terakhir, pungkas Donna, ‘saya ingin kalian ingat bahwa meskipun ada yg berpikiran kalau kuda adalah hewan bodoh, menurut saya itu bohong karena saya kebetulan memiliki beberapa kuda yang sangat cerdas.’ Dan itu kalimat penutup dari saya. ‘

Semua bertepuk tangan, bukan karena presentasi Donna yang bagus, tetapi karena presentasinya telah usai. Mrs. Minish membuka kedua matanya dan berkata, “Bagus, Donna.”

Sebelumnya, usai presentasi  ia pun berkata demikian padaku. Bagus, Jill. Persis sama. Sekarang aku ragu apakah yang dikatakannya sungguh-sungguh. Laporanku tidak sedatar punya Donna tetapi juga tidak panjang. Mungkin semakin lama berbicara nilainya semakin bagus. Tetapi, menurutku itu tidak adil. Untungnya Mrs. Minish memanggil kami secara alfabet dan nama belakangku adalah Brenner. Aku dipanggil persis setelah Bruce Bonaventura.

Mrs. Minish berdehem. “Kita akan mendengar presentasi terakhir dari Linda Frischer hari ini,” ujarnya. “Besok kita akan dengar lima presentasi lagi dan minggu depan semuanya kebagian.”

Aku sendiri sudah tidak tahan mendengar presentasi yang lain. ‘Kau siap, Linda?’ ‘Ya,’ jawabnya saat menuju depan kelas. ‘Presentasi saya uh … tentang ikan paus.’

Caroline dan Wendi bermain Tic-Tac-Toe lagi sementara Bruce mengupil. Caranya mengupil sangat menarik. Pertama, lubang hidung sebelah kiri, lalu sebelah kanan. Setelah itu ia akan menempelkan kotoran hidungnya di secarik kertas kuning di laci mejanya.

Jam berdentang. Sepuluh menit lagi bel berbunyi. Aku mengambil selembar kertas dari dalam laci untuk mencatat berapa kali Linda mengucapkan uh. Aku mencatat tujuh uh. Bentuk kepala Linda seperti kentang bulat dan menempel di bahunya sehingga membuatnya seperti tidak mempunyai leher. Ia juga gadis tergemuk di kelas, tetapi tidak di angkatan kami. Ruthellen Stark dan Elizabeth Ryan sepuluh kali lebih gemuk dari pada Linda, tetapi tidak bisa dibandingkan dengan Bruce. Jika sekolah mengadakan kontes anak gemuk, Bruce pasti pemenangnya. Ia seorang anak yang sangat gemuk.

Linda memulai, ‘Blubber adalah lapisan lemak yang tebal yang terdapat di bawah kulit dan di atas daging ikan paus. Dan uh … lemak ini melindungi ikan paus dan membuatnya tetap hangat di air yang dingin sekalipun. Blubber sangat penting untuk ikan paus.

Orang yang bertugas menguliti lemak ikan paus adalah Flenser. Mereka menggunakan pisau panjang dan uh … memotongnya.’ Linda menunjukkan sebuah gambar. ‘Seperti inilah bentuk blubber.’

Wendy memberi secarik kertas kepada Caroline. Caroline membacanya lalu membalikkan badan dan dan memberikannya kepadaku. Waktu ku buka: Blubber adalah julukan yang tepat untuknya! Aku tersenyum, tetapi bukan karena lucu tetapi karena Wendy memandangku. Saat ia berbalik, kuremas kertas tersebut dan kuletakkan di ujung meja. Yang kutahu selanjutnya, Robby Winters, teman sebanggkuku menyambarnya.

Linda masih berbicara. ‘Dan uh … minyak ikan paus diperoleh dengan cara memanaskan lemaknya. Banyak perusahaan mentega Eropa menggunakan minyak ikan paus dan uh … minyak ini juga bisa menjadi gliserin, sabun cuci dan lain-lain. Kadang-kadang orang Eskimo dan Jepang memakannya …’

Ketika Linda berkata demikian, Wendy tertawa terbahak-bahak hingga tidak dapat berhenti. Mungkin alasan mengapa kemudian ia cegukan karena tertawa keterlaluan. Suara cegukannya sangat keras. Tak lama, Robby Winters juga tertawa tetapi tidak seperti kebanyakan orang – tertawanya tanpa suara. Hanya badannya yang bergetar dan air mata keluar dari kedua matanya sehingga melihatnya saja cukup membuat yang lain ikut tertawa. Selanjutnya kami semua terbahak-bahak, kecuali Linda dan Mrs. Minish. Ia bertepuk tangan dan bertanya, ‘Sebenarnya, apa yang terjadi?’

Wendy cegukan sangat keras. ‘Wendi, pergilah keluar dan minum segelas air.’ Wendy bangkit dan keluar ruangan. Selanjutnya, catatan Wendy sudah menyebar ke separuh isi ruangan. Aku sendiri tak dapat berhenti tertawa meskipun ketika Mrs. Minish menatapku dan berkata, ‘Jill Brenner, tolong jelaskan lelucon ini.’

Aku diam.

‘Jill … ada apa ini?’

‘Saya tidak tahu,’ akhirnya aku menjawab dan betapa sulitnya menjelaskan.

‘Kau tidak tahu mengapa tertawa?’ Aku menggeleng

‘Konyol sekali jika kau tidak tahu mengapa kamu tertawa.’ Aku cuma mengangguk.

‘Kalau kau tidak bisa berhenti, sekarang juga temui Mr. Nichols dan jelaskan semua kepadanya.’

Aku mengangguk lagi.

‘Ayo, Jill. Jelaskan.’

‘Saya lupa pertanyaannya, Mrs. Minish.’

‘Pertanyaannya adalah, apakah kau bisa berhenti tertawa?’

‘O, … ya, Mrs. Minish …. saya bisa.’

Saya harap demikian. Linda, lanjutkan.’ ujar Mrx. Minish.

‘Saya sudah selesai,’ jawabnya.

‘Baiklah, … presentasimu bagus.’

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s