Everything happens for a reason.

In God We Trust adalah sebuah autobiografi seorang Ranti Aryani. Buku yang berkisah tentang wanita tangguh yang memperjuangkan prinsip-prinsipnya demi menjalani hidup yang lurus dan diridhai Allah. Perjuangannya telah dimulai bahkan sejak ia masih remaja ketika pada masa itu pemerintah melarang menggunakan hijab di lingkungan sekolah. Ranti dan beberapa temannya merasa bahwa memakai hijab adalah hak setiap wanita muslim dalam menjalankan agamanya. Bukan simbol negara Islam, bukan pula budaya bangsa tertentu yang boleh di larang diterapkan di negara lain. Setiap orang, lembaga atau institusi tidak berhak melarang pilihan seseorang untuk mengenakan hijab.Oleh karenanya, saat yang lain terpaksa menanggalkan jilbab ketika memasuki gerbang sekolah karena takut dikeluarkan, Ranti dan beberapa temannya teguh dengan keyakinan mereka.
 Dalam menjalani keyakinannya, ia mengalami penolakan, pengucilan, penghinaan, juga ancaman dari orang-orang dewasa di sekitarnya. Ia hanyalah seorang remaja baru lulus sekolah menengah pertama yang berani menghadapi guru, kepala sekolah, hingga lembaga pemerintahan. Untunglah Ranti memiliki kedua orangtua yang senantiasa berada di belakangnya, yang selalu mendukung pilihan apapun yang ia buat. Mereka yakin pilihan putri mereka adalah benar.
Setiap saat kesabaran dan keteguhannya diuji. Seluruh kerja kerasnya ditolak bahkan dirobek di depan kelas hanya karena ia mengenakan jilbab. Keberadaannya sebagai seorang siswa tidak diakui karena tidak mengikuti peraturan sekolah. Hingga puncaknya, statusnya tidak jelas dan sejengkal lagi dikeluarkan dari sekolah. Tetapi Ranti tidak diam. Ia tidak menerima semua ketidakadilan yang ia alami dengan hanya mengelus dada dan berkata ‘sabar … sabar, Ranti.’ Ia dan beberapa teman berjuang agar ia dan semua siswi yang ingin mengenakan jilbab di sekolah dapat terwujud.
Tempaan kesulitan dan cobaan-cobaan di awal kehidupannya ternyata memiliki arti yang menurutnya, everything happens for a reason. Ia kembali mengalami hal yang sama saat ia bergabung dengan Angkatan Udara Amerika – ia harus menanggalkan jilbabnya. Semua yang dialaminya dulu terulang kembali dengan deraan cobaan yang sangat besar. Diskriminasi, penolakan, pengucilan, dan penghinaan ia lewati lagi. Di sini, yang dihadapinya adalah lembaga raksasa yang memegang prinsip kesetaraan, keadilan, kesamaan tetapi pada praktiknya bertolak belakang dari semua itu. Ranti yang sejak kecil terdidik untuk memegang prinsip kebenaran berjuang lagi walau pada akhirnya ia harus menyerah pada ketentuan Allah. Ia dikeluarkan dari Angkatan Udara Amerika karena ia mengenakan jilbab. Ia melewati semua ketidakadilan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran yang ia yakini. Sebenarnya beberapa Jenderal besar yang pada awalnya menolak keras, pada akhirnya mengijinkan penggunaan jilbab bagi wanita muslim di Angkatan Udara Amerika. Hanya karena veto seorang pemimpin tertinggi, semua itu pupus. Tetapi ia yakin bahwa apa yang telah ia perjuangkan merupakan celah pembuka bagi siapa saja untuk membongkar ketidakadilan lembaga raksasa yang berkedok kesetaraan dan keadilan itu. Melalui seorang Ranti-ng kecil, Allah sebenarnya telah meninggalkan jejak-jejak kebenarannya di sana. Kebenaran Allah itu sangat sederhana. Hanya kita yang membuatnya menjadi rumit.
Advertisements

2 thoughts on “Everything happens for a reason.

  1. Dwi, maaf ya, baru sekarang berkunjung ke blognya Dwi…
    Saya juga terkesima sama keteguhan Ranti saat diintimidasi di militer..duh, kalau sy yg ada dalam situasi itu mgkn cuma bisa nangis,trus minta pulang aja deh… hehe.. She was so strong..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s