Berkeliling komplek

Setelah seharian kemarin hujan dari pagi hingga sore, akhirnya kami dapat melakukan aktifitas luar rumah. Tak sengaja juga sih, saat K minta ikut ke sekolah putri art kami dan sepertinya langit cerah, maka saya mengikuti kemauannya. Lagi pula, sudah beberapa hari kegiatan kami banyak kami lakukan di dalam rumah.

Banyak hal yang masih dapat kami jelajahi di komplek perumahan ini. Kami tinggal di komplek perumahan lama di bagian timur Jakarta tetapi alhamdulillah masih ada sawah tak jauh dari rumah juga banyak pepohonan.

Di perjalanan, sesekali berbincang dengan ibu art kami, ibu Mida, saya dan K saling bertanya tentang beberapa pepohonan yang sudah kami kenal. Ada banyak pepohonan penghias, peneduh, sampai pohon buah-buahan yang ia tahu dapat di makan. Saya sendiri baru mengetahui sebuah pohon bernama Kranji yang kulit dari bijinya dapat dimakan. Biji-bijiannya sendiri sering kami kumpulkan dan di bawa pulang. Yang sering kami temui di sepanjang jalan adalah pohon palem dan cherry/kersen. Ada juga beberapa pohon berbuah lain yang belum sempat kami dokumentasikan.

Di bagian belakang komplek yang berbatasan langsung dengan sungai Cakung, ada jalan dengan pepohonan rindang di kanan-kiri. Agak sepi memang, tetapi dengan begitu kami dapat merasakan hembusan angin sepoi-sepoi yang segar, mendengar gesekan dedaunan, dan bertemu dengan beberapa serangga yang tidak kami temukan di halaman rumah. Ada juga ulat dan kupu-kupu berwarna-warni.

Tadinya saya hanya ingin berhenti sampai di sana lalu pulang namun K bersikukuh ingin terus ikut. Akhirnya kami teruskan perjalanan sampai ke rumah ibu Mida. Kami melewati jalanan kecil melintasi dua jembatan, salah satunya terbuat dari kayu. Sedikit ngeri roboh karena terbuat dari kayu-kayu bekas yang nampak sudah rapuh. K sendiri sempat bertanya apakah jembatannya roboh jika kami melintasinya.

Dalam perjalanan pulang, saya sempat lupa belokan yang pertama kali kami ambil setelah melewati jembatan pertama. Alhamdulillah K mengingatkan. Ia bilang bahwa belokannya ada di ujung. “Lurus dulu, baru belok belok, Bun,” Hi hi… untung ada K yang mengingatkan.

Ditengah goesan, kerongkongan saya kering sedangkan K berkata bahwa ia mengantuk. Mungkin akibat belaian angin sepoi-sepoi. Kami pun pulang ke rumah dan mendapati Uti yang tengah berbaring di ruang duduk depan rumah sementara pintu rumah terbuka.

Turun dari sepeda, K berhambur masuk dan bercerita tentang apa yang ia alaminya hari itu.

‘I always hope every day is great for you, K.  We’ve still got a lot to explore out there and we’re happy to accompany you to see many amazing things.’

Advertisements

One thought on “Berkeliling komplek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s