Kurikulum homeschooling anak 4 tahun

Saat saya merasa galau – merasa tidak berbuat apapun di hari ini atau itu – merasa seperti yang dikatakan mbak Ellen Kristi pada penggalan kalimat pertama di account FB Charlotte Masonnya;            

Orangtua sering mudah cemas, menganggap anak tidak belajar apa-apa kalau dia hanya bermain bebas. 

saya akan segera membuka internet, browsing mencari aneka kegiatan yang bisa saya lakukan bersama K. Ya, saya akan merasa sangat bersalah, galau, cemas kalau K hanya bermain bebas. Padahal, … ini kelanjutan kalimatnya Mbak Ellen:            

Pikir mereka, belajar identik dengan kegiatan terstruktur: sekolah atau kursus. Padahal, justru bermain bebas adalah kesempatan anak menjalin relasi yang paling otentik dengan alamnya, lingkungannya, dan teman-temannya. Banyak-banyak bermain bebas menjelajah alam terbuka bersama teman-teman adalah masa kecil paling manis yang akan terus anak kenang sampai dewasa. Sayangnya, banyak anak perkotaan tak bisa memperoleh pengalaman itu karena terbatasnya akses ke alam. Orangtua urban mesti berusaha lebih keras agar anak-anak mereka tidak terpapar pada lingkungan artifisial melulu. – Ringkasan Vol. 3 School Education pp. 182 ff (12)

So, belajar tidaklah harus berkutat dengan melulu tumpukan kertas yang harus diisi. Karena Agustus depan K berusia empat, galau emaknya sudah sejak dini. Ia bingung dan cemas apakah kegiatan yang ia lakukan bersamanya itu cukup untuknya. Nah berikut ini adalah kegiatan yang dapat di lakukan bersama anak usia 4 tahun yang saya terjemahkan dan sedikit ditambahi dari sini: http://www.thehomeschoolmom.com/what-curriculum-should-i-use-for-my-4-year-old/

1. Membaca bersama Anak. Jika anak sudah dapat membaca, biarkan dia yang membaca. JIka belum dan ia tertarik dengan isinya, ajak ia membuat sesuatu seperti yang tertuang di buku. Contohnya, memasak menu yang ada di buku masak, membuat hasta karya yang disebutkan di buku.

2. Bermain Lego atau balok kayu

3. Jalan-jalan

4. Berkunjung ke perpustakaan atau mungkin bisa juga toko buku kali ya.

5. Berwisata alam

6. Berkunjung ke museum kesukaan

7. Ke kebun binatang

8. Bermain di taman atau halaman rumah

9. Bermain peran

10. Membuat dan memainkan malam (play dough)

11. Menari, bermain lompat-lompat, bertepuk tangan,

12. Bermain games dan jangan lupa pendampingan orang tua terutama jika anak sudah dapat main game online.

13. Bertanya dan dengar. Ada beberapa pertanyaan seperti, Kenapa ya, kucing kok dapat naik pohon? atau Sedalam apa ya cacing masuk ke dalam tanah? atau Kalau cicak makan apa ya? Peran orang tua di sini tidak untuk memperoleh jawaban yang benar darinya, tetapi melatihnya untuk berfikir. Kalaupun jawabannya tidak sesuai, orang tua dapat bertanya lagi, O, begitu ya? Kenapa begitu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s