Nak, Allah Selalu Melihat Kita!

Dina Y. Sulaeman

Tidakkah dia mengetahui
bahwa sesungguhnya Allah melihat?

Rasanya, semua orang berakal sehat pasti paham, korupsi adalah kejahatan yang berdampak panjang bak lingkaran setan. Ilustrasinya begini. Ketika si Fulan yang demi mendapatkan proyek pembangunan jalan harus membayar suap kepada beberapa pejabat, ia akan mengurangi  takaran semen atau aspal. Dalam hitungan bulan, jalan itu pun berlubang. Lalu Pak Budi yang sedang berangkat ke kantor dengan mengendarai motor, terpelanting saat melewati lubang tersebut. Ia tewas. Anak-anaknya pun yatim. Mereka tumbuh menjadi orang-orang tak berpendidikan, lemah fisik, dan hidup miskin. (Tapi, bukahkan negara ini kaya raya, mengapa tidak dialokasikan dana untuk kesehatan dan pendidikan gratis? Masalahnya, pendapatan negara yang seharusnya sangat banyak itu, digerogoti “tikus” (koruptor) di sana-sini, yang tersisa untuk rakyat hanya sedikit.)

Anak-anak Pak Budi (alm) kemudian menikah, punya anak, dan anak-anak itu pun tumbuh tanpa kehidupan yang layak. Atau, mungkin mereka nekad melakukan perampokan, dan merenggut nyawa seseorang. Orang yang tewas…

View original post 829 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s