Nice Homework 3 Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional

Bismillahirrahmanirrahiim

Membangun Peradaban dari Rumah

Home is where the heart is – Pliny the Elder

Rumah adalah tempat dimana cinta dan kehidupan, dimulai. Awal dimana sebuah peradaban terkecil yaitu keluarga yang tumbuh besar. Apa jadinya jika sebuah keluarga tanpa cinta, tanpa hati dan rasa? Bagaimana jika peradaban tidak dilandasi oleh cinta kepada-NYA?

Berkaitan dengan cinta, pada tugas kali ini kami memperoleh tugas menuliskan surat cinta kepada pasangan untuk mengenang dan merasakan kembali debar-debar asrama agar rasa itu tak pernah dilupa, penguat ikatan yang telah lama dijalin. Aish … keren dah. Tapi, persoalannya buat saya, buat kami, kata-kata cinta dan mesra jarang digaungkan di rumah. Apalagi surat menyurat. Mata, hati, jiwa raga kami yang senantiasa berbicara …. tsaaah. Karena cinta bagi kami tak terucapkan tapi terus kami tumbuhkan. Semoga terus bermekaran selamanya sampai kami dipertemukan kembali nanti di sana karena cinta kami adalah cinta karena-Nya. Amiin.

Dengan cinta itu, kami satukan perbedaan, perselisihan, riak-riak kecil. Kami isi  kekurangan dengan setiap kelebihan masing-masing agar kami menjadi sebuah keluarga yang kuat dan solid, yang memiliki kesamaan visi dan misi hidup.

Kami dikaruniai seorang putra yang kini telah berusia lima tahun setelah menanti selama sembilan tahun. Jika diperhatikan, ada kecenderungan-kecenderungan yang banyak diturunkan dari ayahnya seperti ketekunan, tak mudah menyerah, perhatian, sensitif, sangat hati-hati, dan terkadang perfeksionis. Ia juga memiliki jiwa petualang yang menurun dari saya si, penyuka perjalanan. Kami senang jalan bersama menyusuri sungai, melintasi laut dan mendaki gunung.

Saya pribadi adalah seorang yang senang belajar, senang menjelajah banyak tempat walau belum banyak yang saya jelajahi, ingin mengetahui banyak hal baru, sangat suka berbagi, senang membaca buku, bertanggung jawab dan sabar.

Saya berharap potensi yang saya miliki saat ini dapat menjadi modal dasar mendidik putra kami menjadi orang yang beriman dan bertakwa, cerdas, bermanfaat bagi dirinya dan lingkungannya dan mengetahui peran serta tujuan hidupnya di dunia ini.

Mengenai lingkungan tempat kami tinggal, kami berdiam di Timur Jakarta. Kami memiliki banyak teman dan tetangga dengan latar belakang, pendidikan, keyakinan yang berwarna warni. Hal tersebut membuat kami merasa kaya. Kami tidak membatasi pertemanan sepanjang kebaikan dan penghormatan terhadap pilihan masing-masing tetap dijaga.

Tak banyak yang dapat kami lakukan untuk lingkungan sekitar karena keterbatasan kemampuan.  Kami hanya dapat berbagi buku-buku yang kami miliki, berkegiatan bersama di rumah dengan melakukan percobaan sederhana, membuat kue, membuat kerajinan, dan bermain bersama ke taman.

Selain itu bersama beberapa orang tua kami berdiskusi tentang pendidikan keluarga dan pendidikan orang tua, juga bagaimana seharusnya kami mendidik anak-anak kami dengan hati dan cinta.

Itu saja barangkali ya. 🙂

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s