Lempengin aja :)

Urusan sepele seperti mengambil gelas saja bisa jadi ramai kalau saja kemarin sayapun ikutan terbawa esmosi.:D Untunglah puasa membantu mendinginkan kepala.

Usai berbuka, bakda dzuhur, Kanza berkata bahwa ia ingin minum. ‘Bun, aku haus.’
‘Kalau haus bagaimana, sayang?’ tanya saya
‘Tetapi gelasnya tidak ada.’ Nadanya tetiba sedikit meninggi. Eits, kenapa nih? Alarm emosi saya menyala.

Sebenarnya, sebelum itu. ia agak kesal karena hand phone saya sedang dicas sementara jadwalnya bermain game di hape tiba dan ia ingin Minecraft. Saya katakan padanya untuk menunggu hingga hape mencapai seratus persen. Iapun kesal tetapi juga menerima kekesalannya.

Kekesalannya berlanjut takala saya memintanya mengambil gelas minum sendiri di dalam lemari. Keinginan dia sih, saya mengambilkan gelas seperti saat ia belum mampu menjangkaunya. Kami berada di dapur saat itu: saya memasak dan ia berada di pintu dapur.

‘Itu gelasnya, Nak.’
‘Aku gak mau, aku ga bisa ambil.’
‘O begitu? Bukankah kemarin-kemarin kita sudah coba dan Kanza bisa?’
‘Iya sih, tapi aku ingin bunda yang ambilkan.’
‘Bunda sedang menggoreng nak, Kanza tolong bunda ambil sendiri gelasnya ya.’

Tiba-tiba dia marah dan merepet tidak mau minum, biar haus, tidak mau main hape. Tidak usah ada komitmen-komitmenan πŸ˜€

Untuk urusan gadget, kami memang membuat kesepakatan bahwa Kanza punya waktu dua jam sehari untuk main Minecraft dan nonton.

Saya hanya diam, menahan nafas dan berkata datar.
‘Baiklah, tidak apa-apa. Kalo kanza mau minecraft, sabar ya. Tinggal menunggu sepuluh persen lagi kok.’ jawab saya datar. Saya masuk sebentar ke dalam dan mencabut kabel cas-an hape. Saya tidak berkata apapun padanya karena pengalaman sebelumnya ketika saya katakan bahwa baterai hape sudah terisi penuh, ia tetap marah. Jadi, saya diam.

‘Aku gak msu mine craft. Gak usah ada minecraft!’ teriaknya. Lalu ia mendekat ke dekat saya di depan penggorengan sambil merengek, ‘Bun, aku haus.’
‘Tolong bunda ambil gelas sendiri ya.’ ulang saya.
Ia tambah kesal dan mulai menangis, lalu berlari ke depan rak gelas dan meraih-raih gelas tetapi tidak mengambilnya. πŸ™‚ Saya tergelak ditahan karena tak mau membuatnya semakin marah. Ia sedang menunjukkan pada saya bahwa ia tidak bisa meraih gelas itu.

Kemudian ia berlari ke dalam. Ketika melihat hape sudah tidak dicas, ia berlari lagi ke dapur dan bertanya, ‘Siapa yang mencabut cas-an hape, bun?’ masih dengan suara merengek.
‘Bunda. SIlakan kalo Kanza ingin Minecraft.’
‘Gak mau.’ teriaknya. Tetapi ia berlari ke dalam, berdiri di depan hape dan meraihnya pelan.’ πŸ˜€
‘Bun, aku mau minecraft.’ ia lari ke kamar.
‘Iya, boleh.’ jawab saya datar.
‘O ya, Za. Kamu mau buka puasa nasi dan lauk jam berapa?’ saya mengingatkannya untuk makan. Urusan satu ini pun beraaat karena ia tergolong anak yang susah sekali makan.
‘Aku gak mau makan.’ suaranya terdengar masih marah.
‘Baiklah. Bunda hanya mengingatkan saja kalo sudah waktunya untuk makan. Kalo Kanza lapar, nasi dan ayam di meja makan ya. Bunda mau istirahat dulu.’ Ia diam dan saya berjalan ke kamar depan dan berbaring.’

Selang berapa menit, ia mendekati saya dan bilang. ‘Bun, aku mau minum ya.’ Suaranya tidak lagi terdengar kesal. Ia ke dapur lalu meraih gelas. πŸ™‚ Lalu kembali dan berkata lagi, ‘Bun, aku mau makan tapi ga mau pakai nasi. Aku mau ayam yang bunda goreng tadi malam.’
‘Ada di mangkuk di dalam tudung saji, Za. Ambil saja.’
Ia berlari ke dapur dan tak lama setelah itu terdengar suara kriuk-kriuk samar dari kamar sebelah πŸ˜€

Kalau dari awal saya ikut terbawa emosi kemungkinan ia akan Bete seharian dan saya akan merasa sangat bersalah mendidiknya dengan kemarahan. Jadi, tarik nafas dalam, berkata dengan ‘lempeng’ tanpa emosi dan let it go.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s