Yours and Mine

Kelelahan yang sangat berat semalam membuat saya ‘agak naik.’ Saat akhirnya keluar tekanan suara yang rada meninggi, saya menyesal. Kenapa teknik yang baruuu saja di pelajari dan dipraktikan tidak ngefek: tarik nafas, keluarkan, santai, bersuara dengan datar.

Kemarin, ceritanya, saya berkegiatan dengannya sehari penuh: ke kampus, membeli tinta printer, ke perpus untuk mengembalikan dan meminjam buku, dan membeli investasi. Well, intinya kami berangkat dari jam delapan pagi dan sampai di rumah sepuluh menit sebelum bedug maghrib.

Alhasil, kami tak ke masjid untuk sholat maghrib berjamaah dan buka bersama padahal momen-momen ini adalah hal yang selalu ia nantikan. Saya harus menyiapkan makanan buka puasa untuk ayahnya dan saya katakan bahwa ke masjid Isya saja dilanjut tarawih dan tadarus.

Ia setuju dan kami berangkat pas sholat isya lalu tarawih. Nah, tadi malam ustadz penceramah telat datang sehingga yang biasa selesai jam setengah sembilan, bahkan jam sembilan kurang sepuluh pun ustadz masih berceramah. Karena suaranya tak jelas sampai ke lantai bawah, saya memutuskan untuk pulang dahulu. Maksud hati ingin baringan di rumah dahulu. Nanti jika telah selesai kami kembali lagi untuk lanjut tadarus di masjid.

Sementara itu, Kanza tak mau pulang tapi juga tak mau ditinggal sebentar karena sedang asyik bermain bersama teman-temannya. Ia ingin saya tetap tinggal di masjid sampai ustadz selesai berceramah, sholat witir lalu tadarus. Saat itu lelah sudah maksimal. Karena saya memang berniat tidak akan sholat witir dahulu, saya merasa bahwa akan sangat lama sekali jika saya harus berada di sana setengah jam lagi sampai semua selesai.

Daaan, debatpun terjadi. Ia ingin tetap di masjid sementara saya ingin pulang dahulu. Kemungkinan debat tak akan terjadi sekiranya saya menerapkan teknik negosiasi dan berkata-kata dengan biasa saja tanpa tekanan. Semakin tinggi suara, semakin saya keras, penolakannya pun semakin kuat. So, no win win solution.

Akan berbeda jika saya berkata seperti ini.

‘Bgm kalo mainnya lima menit lagi, lalu Kanza antar Bunda pulang dulu ke rumah Bunda harus istirahat sebentaaar saja karena Bunda cape sekali. Setelah itu, kita balik lagi untuk tadarus?’

Perlu banyak latihan menahan diri nih terutama saat lelah, ngantuk, dan lapaaar. Coba lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s