Sehari Semalam Tanpa Bunda

Terakhir kali menulis untuk IIP di tantangan kemandirian anak kalau tidak salah tiga hari yang lalu. Tiga hari berturut-turut setor … eeh tiga hari selanjutnya liburrr karena orangtua sakit. Hari minggu itu saya bercerita tentang Kanza yang musti saya tinggalkan, yang menangis memeluk kaki tidak memperbolehkan saya berangkat.
Entah mengapa, mungkin juga masih masanya nempel, ia tak mau lepas. Tetapi yah apa mau dikata. Walau ia menangis, saya harus pergi dengan menenangkan dan memberinya dukungan bahwa ia berani dan kuat untuk ditinggal.
Benar saja, sesampainya di rumah sakit, saya telpon adik menanyakan apa dia masih menangis. Ternyata tidak. Seperginya saya ia berhenti menangis dan bermain dengan sepupu-sepupunya. Perlu Tega dan Tegas 🙂

Selama saya tak ada juga ternyata ia menyibukkan diri dengan bermain mandiri: mencari kegiatan yang ia sukai, menulis, menggambar, dan menonton film Ballerina. Hanya saja ada yang terlewat: ia tak mandi sendiri dan baju dipakaikan dan makan disuapi Salah saya yang tidak mengingatkan adik yang menjaganya.
(Laporan setelah ditinggal semalam 🙂

Dan hari ini, adalah hari kami di rumah kembali setelah hampir dua minggu berada di rumah Uti, dengan minim kebersamaan. Maksudnya, hal yang biasa kami kerjakan bersama-sama banyak yang terlewati. Contohnya, mengingatkannya untuk selalu merapikan tempat tidur, mandi dan makan sendiri, berjalan-jalan pagi, bermain setelah sarapan dan mandi, berkegiatan, sholat dan membaca bersama.
So, we start again ya, Za.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s