Baby Nila, My Boy Masak Juga :)

Rencananya semalam akan buat batagor paduan ikan dan udang. Tetapi, saat keliling-keliling di bagian ikan, tak jauh dari tempat saya berdiri ada baby ikan Nila dan ikan Mas. Kanza sedang melihat-lihat dan membaca semua nama-mana suguhan laut lalu saya ajak melihat para bayi ikan itu.

Saya katakan padanya kalo ikan-ikan kecil ini enak. Apalagi kalau di goreng kering dan dimakan bersama nasi hangat.

‘Mau, mau, Bun. Aku lapar.’ ujarnya sambil mengusap perut. Saya pun mengambil beberapa centong baby Nila dan memberikannya pada pelayan untuk ditimbang.

Pulang ke rumah, ia segera menagih untuk segera memasak baby Nila.

‘Kanza bantu ya, Bun. What should I do?

‘Put the fish into the bowl and wash it, ok!’

‘Okay.’

Ia membantu saya dari mencuci, menghaluskan bumbu (walau gak halus), dan membumbuinya. Urusan menggoreng saya yang lakukan karena ia takut kena cipratan minyak panas, katanya.

Ada hal lain yang secara tak langsung ia pelajari dari proses memasak bersama ini. Ia mengenal beberapa bumbu khas Indonesia seperti Jahe, Kunyit, dan Lengkuas. Untunglah ia tak merasa jijik sewaktu melumuri semua baby Nila dengan bumbu yang baunya agak menyengat.

Senangnya kalau setiap hari seperti ini. Tetapi, saya tidak mau memaksa. Dengan melihatnya berinisyatif membantu dan melakukan prosesnya saja saya sudah senang. Tinggal saya yang harus mencari beragam cara untuk senantiasa melibatkannya dalam menyiapkan makanan hingga suatu saat ia mampu melakukannya sendiri tanpa dibantu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s