Billy Whiskers – Autobiografi seekor Kambing :)

Mr. Wagner membeli kambing
Rumah Mr Wagner berjarak dua mil dari sebuah kota kecil dan ia berpikir, ‘Alangkah baiknya memiliki kereta yang ditarik kambing untuk anak-anak sehingga mereka dapat pergi ke kantor pos dan bekerja di kota.
Tanpa berkata apapun pada keluarganya, suatu sore ia kembali menggiring seekor kambing berjanggut panjang, bertampang jinak, yang disangkutkan ke sebuah kereta berwarna merah yang baru dan indah.
Tentu saja anak-anak kegirangan, namun ibu mereka sebal karena pikirnya kambing itu tidak seharga dengan kerepotan yang akan dibuatnya dan ia akan memakan semua tanaman di kebun. Ayah dan anak berdalih bahwa mereka akan mengurus kambing itu, tak akan melepaskannya sehingga tak akan mengacau sekirannya mengijinkan mereka memeliharanya. Penuh ragu ia pun sepakat. Billy, si kambing itu dibawa ke kandang.
Anak-anak langsung membaptis dan menamainya Billy Whiskers karena janggut putihnya yang panjang. Malam itu hangat dan mereka menalikannya di dekat atap sehingga sekiranya hujan ia akan berteduh di sana. Mereka juga menyediakan rumput dan seember air. Anak-anak itupun pergi tidur dan membayangkan keseruan yang akan mereka dapat esok bari bersama Billy Whiskers.

Lima jam kemudian Billy terbangun dari tidur panjangnya. Ia merasa segar dan berniat berjalan berkeliling. Bulan malam itu bersinar terang, dan saat semua lampu dimatikan, ia tahu ia tak mau diganggu karena saat pergi ke tempat yang baru ia tidak suka diganggu dan ia lebih suka menjelajah pada waktu malam dan sendirian. Kalian pasti mengira bahwa ia tidak dapat pergi karena terikat tapi jika kalian mengira bahwa tali tersebut jadi penghalang kalian tidak tahu bagaimana seekor kambing cerdas itu melepaskan diri karena Billy bukan lulusan Taman Kanak-kanak. Ia seekor kambing lulusan perguruan tinggi 🙂

Ia menoleh dan meraih tali dengan mulutnya seperti yang berkali-kali sudah ia lakukan, perlahan, tanpa suara hingga tali itu putus. Lalu dengan satu lompatan dan lirikan ke arah rumah, ia berlari menuju kebun. Dari arah kebuh angin malam menghembus

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s