Gallery
0

Narasi

Sudah seminggu ini saya mencoba menerapkan salah satu metode Charlotte Mason di dalam kegiatan membaca yaitu bernarasi. 

Bernarasi adalah menceritakan kembali sebuah cerita yang saya bacakan. Tujuannya adalah melatih kebiasaan menyimak (habit of attention). Bernarasi ini dianjurkan dilakukan ketika anak berusia enam atau tujuh tahun, pada tahun pertama kurikulum ini diterapkan pada anak. 

Bagaimana awalnya saya mengenalkan bernarasi ini pada Kanza? Alhamdulillah, karena sejak dini Kanza sudah terbiasa dibacakan cerita atau membaca buku, tidak terlalu sulit bagi kami memintanya bernarasi. Kami selalu ceritakan padanya mengapa dan untuk apa bernarasi agar ia sadar sepenuhnya dan melakukannya tanpa terpaksa. Karena keterpaksaan dan ketakutan menghancurkan tujuan pendidikan kelurga kami: belajar dengan bahagia. Sekiranya anak-anak belum terbiasa atau tertarik, ciptakan dahulu atmosfir mencintai buku di dalam keluarga. Mulai dari diri kita sebagai orang tua karea tak adil rasanya jika kita tak tahu rasanya haus akan buku tetapi meminta anak2 untuk mencintai membaca. 

Buku-buku apa saja yang diberikan kepada anak? Charlotte menganjurkan agar orang tua menyajikan pustaka hidup (living books). Sama seperti tubuh fisik yang memerlukan makanan bergizi, kisah2 yang disajikan pada anak seharusnya yang menginspirasi, menghidupkan imajinasi, penuh pesan-pesan moral tetapi tidak terkesan menggurui sehingga jiwa dan pikiran anak terisi oleh kisah-kisah hidup. 

Untuk Kanza saat ini, di tahun pertamanya, kami hanya membacakan satu paragraf setiap hari dari salah satu pustaka hidup wajib yang kami bacakan. Bacaannya pun di bacakan satu kali dan tidak boleh diulang karena tujuan dari bernarasi ini adalah ‘memperhatikan/menyimak.’ Banyaknya cerita yang ia ceritakan kembali bukan target akhir. Sedikit apapun narasi yang ia hasilkan, selama ia memperhatikan dengan penuh kesadaran dan kesungguhan, itu saja sudah mencukupi. 

Always start small.

Advertisements
Gallery
0

Menemukan Hobi Baru

Saya tidak percaya kalau saya bisa menggambar. Sejak kecil menarik garis di kertas pasti melengkung, membuat lingkaran pasti gepeng, membuat sketsa pasti belepotan, apakah itu karena tidak proporsional atau bentuknya sangat jauh panggang dari api. 
Sampai suatu saat saya berkesempatan mengikuti sharing menggambar perspektif dari teman di komunitas belajar bersama. Saya belajar membuat bangunan2 dgn panduan satu titik, lalu saya banyak melihat teknik teknik menggambar di Youtube. 

Ternyata sesuatu yang tak mungkin itu menjadi mungkin.

0

Membuat Pie Buah

Kemarin kami bergabung di Kolase dalam kegiatan membuat pie buah. Buat saya, Pie buah ini sudah sering kami cicipi namun belum pernah kami buat sendiri. Kebetulan juga kami tidak punya resepnya dan belum tahu bagaimana membuatnya. Sebenarnya banyak resep yang bisa kita coba dengan hanya mencari di mesin pencari, namun pasti apa yang setiap orang buat akan memiliki cita-rasa yang khas. Berikut ini resep pie buah yang saya dapat dari mba Irayda, fasilitator pembuatan pie buah ini.

Resep Kulit Pie
Bahan:
170 gr tepung terigu
100 gr margarin/butter
1 sdm gula halus
1 btr kuning telur

Campur bahan di atas hingga rata dan membentuk adonan yang dapat dipulung.
Ambil sekepal lalu bentuk bulatan.
Cetak dalam cetakan pie yang sudah dioles margarin.
Tusuk-tusuk pie dengan garpu.
Panggang dalam oven suhu 180 derajat celcius hingga kuning kecoklatan.
Dinginkan.

Bahan Vla:
5 btr kuning telur
30 gr tepung maizena
500 ml susu cair plain
1 sdt vanili ekstrak/ bubuk
1 sdm margarin
100 gr gula pasir

Cara Membuat Vla
Ambil sebagian susu lalu campur dengan kuning telur.
Aduk sampai tercampur rata.
Masukkan tepung maizena dan adoni hingga tidak berbulir-bulir.
Panaskan sisa susu yang dicampur dengan gula, didihkan.
Masukkan campuran susu dan telur dan vanili.
Ubah pengaturan api ke api kecil dan biarkan adonan meletup-letup dan mengental.
Dinginkan.

Menghias Pie Buah
Pilih beberapa buah-buahan lalu potong kecil-kecil.
Ambil kulit pie, tuang adonan vla yang sudah dingin dan tata buah di atasnya.
Untuk mengikat agar buah tidak mudah tergeser dan menambah keindahan pie, buat agar-agar bening lalu tuang sesendok hingga agar-agar melapisi penuh pie buah.
Diamkan sebentar dan pie buah siap dinikmati.

Gallery
0

What is a rope (Apalah Arti Seutas Tali?)

Buat putra kami yang tadi pagi kami ajak berlari-lari pagi di Harapan Indah, Bekasi seutas tali bisa sangat berarti. 

Buatnya ia seperti ular panjang yang meliuk-liuk di atas rerumputan saat ia bawa lari. Selain itu tali bisa mengikat dan membawa ayahnya ke rute manapun yang ia suka.

Ketiga, tali adalah jembatannya mempelajari matematika dan astronomi: berapa panjang dan diameter tali?

Tadi pagi ia meminta saya menjadi matahari, ia bumi, dan ayahnya Bulan. Ia memutari saya sementara ayahnya berkeliling memutarinya sambil berputar mengelilingi saya. 

What a fun day it is.