Gallery
0

Consistency, Distraction, and Mood

Menjaga konsistensi saat mengerjakkan sebuah proyek bersama anak itu merupakan hal yang sangat menantang. Kenapa? Pertama, bekerja sama dengan bocah berusia 6 tahun artinya adalah dilarang bosan memberitahu agar ia tidak mudah terdistraksi. Kedua, tak bosan juga melatih emosinya yang melonjak-lonjak, berubah-ubah untuk tetap stabil. Saat semangat memuncak, ia ingin segalanya segera dilaksanakan. Ia belum paham bahwa untuk melaksanakan suatu proyek diharapkan kita memiki rencana persiapan yang tidak sebentar. Yang ketiga saya harus siap menerima jika project  tidak selesai  si hari itu atau sama sekali tidak tuntas. Ini juga jadi ajang latihan lagi untuk selalu menyelesaikan suatu pekerjaan  yang sudah dimulai.

Project- project kami ini bukan yang besar, ya. Project-project sederhana seperti menata kamar, memasak, membuat mainan atau membuat video.

Nah, project kami hari ini adalah mencat kamar. Pokoknya ia ingin kamarnya dicat. Tadinya ingin berwarna merah agar sama dengan warna kereta  yang sedang ia sukai. Karena intinya adalah gambar kereta, kami bersepakat bahwa jika nanti mencat selesai kami akan mencadi stiker kereta saja.

Dan seperti yang disebutkan di atas, bahwa anak-anak mudah terdistraksi, saat teman-temannya datang ia menunda rencana mencat dan memilih bermain lalu menonton dahulu.

Semangatnya yang menggebu membuatnya sedikit enggan mempersiapkan apa yang diperlukan. Maunya langsung mencat. 

‘Ayo bun, aq sudah tidak sabar, nih. ‘

Saya pun memintanya mempersiapkan kertas koran bekas dan meletakannya diatas lantai. Saya mempersiapkan lap basah, kuas dn ember air. 

Saya mengatakan padanya bahwa seluruh ruangan tidak akan dicat sekaligus  hari ini karena waktu yang tidak mencukupi. Jadi saya memberi batas, mana saja yang diselesaikan hari ini. Ada komentarnya saat mengecat tadi:

‘Cape juga mencat ya, Bun.’

‘Yupz.’ Jawab saya pendek. 

Kami menyelesaikan target hari ini dan lanjut esok hari.

Gallery
0

Project Dadakan: Bebersih Lingkungan

Jalan-jalan pagi bersama keluarga itu sangat menyenangkan walaupun hanya di sekeliling komplek. Mungkin udara segarnya membuat otak kita merasakan kesantaian, jarak yang jauh dari stress. Tetapi yang paling utama itu barangkali kebersamaan antar anggota keluarga. Ada cinta yang mengikat kami tsaah 😀

Nah, proyek dadakan hari ini tercetus saat saya dan suami berbadminton ria setelah jalan-jalan pagi (bahasa kerennya nature walk). Saya melihat banyak daun berserakan dari pohon yang tengah menggugurkan daunnya, potongan-potongan rumput yang menyebar dimana-mana karena belum sempat disapu di tanah berumput di  seberang dan sebelah kanan rumah kami. 

Tanah luas itu bukan milik kami tapi setiap bulan saya meminta orang untuk memotong rumputnya. Cita-cita sih, selama pemiliknya belum mendirikan bagunan, tanah luas itu bisa menjadi tempat bermain anak-anak. Ada pepohonan rindang, tempat lari-lari yang aman, arena main, 

Sementara, kami benahi yang kami bisa saja dahulu. Kami pun bahu membahu memberesi, menyapu, dan menumpuknya di tengah. 

Saya dan kanza bertugas membereskan dan menumpuk  sampah sedangkan ayah membawa tumpukan tadi ke bagai depan, memilah sampah2 plastik yg kemudian dibuang ke tempat sampah.

Alhamdulillah, walau tak seberapa rapi, kami berhasil membuat lingkungan sekitar bebas dari plastik warna warni di sana sini 🙂

Gallery
0

Membuat Stop Motion Video


Tulisan kali ini adalah laporan dari kegiatan yang dilakukan hari kamis lalu. Baru hari ini dapat dicatat karena Kamis dan Jumat lalu nenek Kanza harus ditemani hampir sepanjang waktu oleh saya.

Jadi, di hari itu minta buat stop motion video karena ayah telah membelikannya tripod mini. Ia ingin membuat video kereta krl di Indonesia. Keretanya? Alhamdulillah kami punya karena kami pernah membuatnya dari dus susu 200 ml bekas tahun lalu.

Biasanya jika Kanza ingin membuat banyak hal, yang banyak bekerja adalah ayah atau bundanya. Kali ini saya membisiki ayah agar Kanza memiliki peran yang lebih besar. Biarkan dia yang memutuskan video seperti apa yang ia inginkan, apa saja yang diperlukan, dan bagaimana melakukannya.  

Mereka pun berbagi tugas:

Ayah:

1. Memasangkan hape pada tripod.

2. Memberi masukan di mana sebaiknya pengambilan gambar di lakukan. 

3. Membantu meng-upload video ke You Tube.

Kanza:

1. Mempersiapkan kereta-kereta yang akan menjadi bintangnya.

2. Merancang cerita

3. Melakukan pengambilan gamba.

Bunda: 

Mengamatinya saat pengambilan gambar sambil meyiapkan makanan akung uti. Kebetulan pengambilan gambar dilakukan di dapur karena terang.

Ada 100 lebih gambar yang ia ambil saat itu. Kereta-kereta ia jalankan sedikit demi sedikit, ke kanan dan ke kiri.
Hasilnya bisa di lihat di sini

Gallery
0

Sabun, Tusuk Gigi dan Clay

Apa saja yang kami lakukan hari ini? Sekali lagi couplers hrs menunggu karena jadwal kegiatan di Rabu adalah mengikuti Art Jam Session – mengenal seni bagi pemula.

Jadilah proyek hari ini adalah mengikuti Art Jam Session ini  dan di sana Kanza membuat ukiran berbentuk kepala kereta super cepat dari batang sabun dan tornado dari clay.

Di rumah ia membuat bentuk segitiga menggunakan tusuk gigi dan bola-bola clay

Malam hari saat ayah pulang, mereka membuat sebuah pola keseimbangan memakai tusuk sate, karet dan clay.