0

Target 2


Mengenai target yang saya bicarakan sebelumnya, nampaknya saya harus berpikir ulang. Saking semangatnya, saya menargetkan diri untuk membaca satu hari satu buku. Hi hi, malu pada diri sendiri karena tidak mengukur dan mempertimbangkan lagi beberapa kegiatan yang dapat menyita waktu sampai seharian.

So, setelah mengitung-hitung, menimbang-nimbang, dan melihat kemampuan seberapa banyak buku yang dapat saya baca, saya memutuskan untuk merubah target dari satu hari satu buku menjadi satu minggu maksimal 4 buku. Hal ini mengingat ada buku yang memang tak cukup dibaca satu kali.

Sementara putra saya, Kanza, sedang asyik dengan perkapalan. Dalam beberapa hari ini ia sangat tertarik dengan tema tersebut. Buku tentang ‘Kapal Perang dan Kapal Induk‘ menjadi bacaan yang selalu dibacakan sebelum tidur plus satu buku wajib dari kami.

Oh ya, tentang lukisan galaksi buku yang kami buat sebelumnya itu sampai saat ini belum tuntas. Walau begitu, kami tetap menuliskan dahulu buku-buku yang kami sudah baca saja di secarik kertas.

Advertisements
Gallery
0

Tambah Satu Buku

Buku Financial Wisdom for Kids akhirnya dapat giliran untuk dibaca. Kenapa? Karena obrolan tadi pagi. Saya tak langsung membacanya setelah membeli karena merasa belum pas waktunya. Selain itu, ada beberapa buku yang masih antri untuk di baca.

‘Bun, kita buat celengan yuk.’ ujar Kanza di tengah permainan.

‘Kenapa? Bukankah sudah punya satu? Tidak terlalu banyak?’ Tanya saya.

‘Hmm, yang ini kita letakan diluar biar orang yang lewat juga mengisi tabunganku. Kanza ga perlu minta jajan lagi pada bunda dan gaji ayah tidak habis. ‘

Ia perhatian sekali untuk mencari uang secara mandiri. Sayang kami belum memaparkan banyak hal bagaimana mencari uang yang baik, benar, dan halal. Memang baru-baru ini saja ia mengenal uang setelah setiap Jumat dan Minggu kami memberi uang saku. Kami ingin ia dapat mengelola uangnya dengan bijak.
Untuk mencapai financial wisdom itu, yang belum kami capai pula dan sedang kami pelajari tentunya perlu melewati tahapan-tahapan.

So, book …. Namamu akan tertera di salah satu bintang yang bersinar di galaksi buku kami.

0

Target!

Memasang target untuk diri sendiri itu sangatlah menyenangkan, tetapi juga bisa sangat membuat stress. Menyenangkan saat target tercapai, tetapi bikin pegal leher saat target tak tercapai. Untuk yang kedua, sekarang ini saya berusaha untuk lebih bersantai. Kalaupun tidak sampai pada hal yang diinginkan setidaknya saya sudah berproses untuk melakukan yang terbaik dalam menggapainya.

Kenapa bicara target sih? Hmmm ini ada kaitannya dengan buku-buku yang ingin saya baca: saya ingin membaca tiga ratus enam puluh buku dalam waktu satu tahun. Artinya satu hari satu buku.

Satu hari satu bintang yang akan di sematkan di galaksi buku kami. Galaksi buku adalah sebuah wadah bagi kami menuliskan buku-buku yang sudah kami baca dan kami sematkan di lukisan galaksi yang kami buat.

0

Baby Nila, My Boy Masak Juga :)

Rencananya semalam akan buat batagor paduan ikan dan udang. Tetapi, saat keliling-keliling di bagian ikan, tak jauh dari tempat saya berdiri ada baby ikan Nila dan ikan Mas. Kanza sedang melihat-lihat dan membaca semua nama-mana suguhan laut lalu saya ajak melihat para bayi ikan itu.

Saya katakan padanya kalo ikan-ikan kecil ini enak. Apalagi kalau di goreng kering dan dimakan bersama nasi hangat.

‘Mau, mau, Bun. Aku lapar.’ ujarnya sambil mengusap perut. Saya pun mengambil beberapa centong baby Nila dan memberikannya pada pelayan untuk ditimbang.

Pulang ke rumah, ia segera menagih untuk segera memasak baby Nila.

‘Kanza bantu ya, Bun. What should I do?

‘Put the fish into the bowl and wash it, ok!’

‘Okay.’

Ia membantu saya dari mencuci, menghaluskan bumbu (walau gak halus), dan membumbuinya. Urusan menggoreng saya yang lakukan karena ia takut kena cipratan minyak panas, katanya.

Ada hal lain yang secara tak langsung ia pelajari dari proses memasak bersama ini. Ia mengenal beberapa bumbu khas Indonesia seperti Jahe, Kunyit, dan Lengkuas. Untunglah ia tak merasa jijik sewaktu melumuri semua baby Nila dengan bumbu yang baunya agak menyengat.

Senangnya kalau setiap hari seperti ini. Tetapi, saya tidak mau memaksa. Dengan melihatnya berinisyatif membantu dan melakukan prosesnya saja saya sudah senang. Tinggal saya yang harus mencari beragam cara untuk senantiasa melibatkannya dalam menyiapkan makanan hingga suatu saat ia mampu melakukannya sendiri tanpa dibantu.